
Bila anda sangat mencintai pekerjaan anda, berbahagialah!
Berarti ada peluang bahwa hari-hari bahagia anda lebih banyak dari 64 hari dalam setahun.
Darimana angka 64 hari ini berasal ? Angka 64 ini memang hanya ilustrasi. Mungkin saja tidak sesuai dengan sebagian besar dari kita.
Dalam setahun, anda mendapat jatah libur berapa hari ? Sebagian diantara kita mungkin ada yang mempunyai hak libur selama sebulan penuh (30 hari). Tapi ada juga yang hanya punya hak libur 12 hari kerja.
Berapa hari anda libur dalam seminggu ? Sebagian ada yang hanya libur 1 hari. Sebagian lainnya mempunyai hak untuk libur 2 hari dalam seminggu.
Nah, jika seseorang hanya punya 12 hari libur dalam setahun. Dan juga ditambah 1 hari libur setiap minggunya (berarti 52 hari dalam setahun), maka dia punya hari libur sebanyak 64 hari. ( 52 + 12 ).
Lanjutkan
Pernahkah anda merenungkan, berapa banyak diantara teman anda yang semasa sekolah mereka tergolong siswa yang pintar. Tetapi bertahun tahun kemudian anda dapati mereka hanya sebagai karyawan biasa, dengan pendapatan yang biasa-biasa saja.
Sebaliknya, mungkin ada pula diantara teman-teman anda yang dulunya hanya siswa dengan kemampuan biasa-biasa saja. Bahkan beberapa diantaranya bisa dikategorikan bandel. Tetapi sekarang mereka menjadi orang-orang yang sukses dan berpengaruh. Penghasilan mereka juga selangit.
Apa yang membedakan mereka ?
Apa yang membuat golongan yang satu bisa disebut sebagai Golongan Beruntung, sedangkan yang lainnya disebut sebagai Yang Kurang Beruntung ?
Hal inilah yang membuat Professor Richard Wiseman merasa tergelitik.
Professor Wiseman mengumpulkan 400 sukarelawan dari berbagai latar belakang untuk meneliti mengapa seseorang bisa menjadi seseorang yang sangat beruntung. Sedangkan sebagian lagi kurang beruntung.
Dalam salah satu percobaannya, profesor memberikan setumpuk koran kepada para sukarelawan. Dengan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto ada di koran tersebut.
Hasilnya ? Orang yang kurang beruntung perlu 20 menit untuk menyelesaikan tugas. Sedangkan orang yang beruntung hanya butuh beberapa detik saja.
Mengapa ? Karena pada halaman kedua ada pesan yang bertulis “Berhenti menghitung, ada 43 foto di koran ini“. Pesan ini sebenarnya cukup mencolok, tetapi orang yang kurang beruntung cenderung melewatkannya.
Kemudian, pada halaman lain juga tertulis “Berhenti menghitung. Beritahu pengawas bahwa anda melihat ini dan memenangkan $250″. Sekali lagi, orang yang kurang beruntung melewatkan pesan ini. Mereka terlalu sibuk untuk menghitung foto.
Dari percobaan tersebut, Prof Wiseman berpendapat bahwa orang yang kurang beruntung lebih tegang dalam menghadapi hidup. Sedangkan orang beruntung lebih relax saja.
Kesimpulan dari berbagai percobaan Prof Wiseman adalah bahwa orang-orang yang beruntung mengembangkan keberuntungan mereka dengan 4 prinsip dasar. Agar saya tidak salah menginterpretasikan, saya kutipkan dalam bahasa Inggrisnya saja.
Lucky people generate their own good fortune via four basic principles. They are skilled at creating and noticing chance opportunities, make lucky decisions by listening to their intuition, create self-fulfilling prophesies via positive expectations, and adopt a resilient attitude that transforms bad luck into good
Dengan demikian, Prof Wiseman menegaskan bahwa orang yang bahagia dengan hidup mereka akan menjadi lebih beruntung. Ingat … prosesnya adalah Bahagia terlebih dahulu , baru kemudian beruntung.
Jadi … Don’t worry …. Be Happy
Bagi saya yang sekarang statusnya adalah kuli, bekerja hanya 4 jam dalam seminggu tentu masih berupa impian. Tetapi bagi Timothy Ferriss, hal ini sudah bisa dijalankan. Orang ini hebat juga, dalam umur 29 tahun sudah bisa menikmati gaya hidup juragan sejati.
Bayangkan saja, kerja cuma 4 jam tetapi hasilnya benar-benar mencukupi, berlebih malah. Tentu saja pendapatannya bukan dari tipu-menipu, tetapi dari kerja yang benar-benar efisien.
Bagaimana asal mulanya sehingga dia bisa menjalankan gaya hidup “bekerja 4 jam dalam seminggu” ?
Lanjutkan disini